Budidaya jahe merah di lahan gambut, apakah bisa?

bibit jahe merah

Lahan gambut sering di sebut sebagai lahan basah. Gambut sendiri terbentuk dari timbunan material-material organic yang sudah terurai dari rerantingan, pohon-pohon, rerumputan, lumut dan jasad hewan yang sudah membusuk.

Timbunan dari material tersebut menumpuk selama beribu tahun, hingga membentuk endapan yang tebal. Lahan gambut mengandung dua kali karbon dari tanah mineral. Ketika di keringkan atau di bakar, maka akan menimbulkan gas emisi yang berbahaya untuk keberlangsungan bumi. Sehingga menjadikan lahan gambut sebagai lahan pertanian dengan cara membakar sangat tidak di anjurkan.. selain itu juga dapat merusak lingkungan.

Pemanfaatan lahan gambut sebagai lahan pertanian sudah umum di jumpai, begitu juga untuk lahan pertanian jahe merah. Jahe merah merupakan salah satu dari sekian banyak tanaman toga yang kehadirannya dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan permintaan. Jahe merah popular sebagai rempah yang kaya akan manfaat baik bagi tubuh manusia. Sedangkan bila di bandingkan dengan jahe biasa atau jahe putih (emprit, gajah) tentu keunggulan jahe merah memiliki warna yang berbeda pada kulit, yaitu merah. Kemudian rimpang jahe merah juga mempunyai rasa yang lebih pedas dari pada jahe putih.

Jahe merah memiliki ciri rimpang lebih kecil dari jahe gajah, bisa memiliki ukuran setara atau lebih kecil dari jahe emprit. Tumbuhan dari rimpang jahe merah memiliki rumpun berbatang semua, masih tergolong dalam suku temu-temuan dan masih family dengan temulawak, laos, kencur, kunyit, dan berbagai rimpang-rimpangan toga lainnya.

Budidaya bibit jahe merah memiliki kriteria tumbuh yang hamper sama dengan tanaman jahe lainnya. Tanah yang subur gembur sangat di sukai. Lalu apakah lahan gambut dapat dimanfaatkan untuk budidaya jahe merah?  Bibit jahe merah yang di dapat haruslah memiliki kriteria umur yang cukup yaitu dengan usia 12 bulan penanaman. Perawatan pun perlu di perhatikan. Lahan yang dikelilingi air dan memiliki curah hujan tinggi harus di carikan solusi agar dapat di tanami tanpa menunggu hujan reda, maupun air kering.

bibit jahe merah

Pembuatan bedengan adalah solusi yang dapat di coba, dengan menaikan bedengan dan membuat drainase air yang bagus akan membuat air tidak terperangkap dalam lahan sehingga tidak menganggu pertumbuhan tanaman jahe merah, sehingga ke khawatiran rimpang jahe akan tergenang air dapat di tepiskan. Membuat bedengan memang membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup ekstra. Namun dapat di siasati dengan membayar tenaga pencangkul. Apabila tidak ingin menggunakan tenaga orang lain, dapat juga memanfaatkan waktu kosong untuk dikerjakan sendiri.

Apabila ingin lebih praktis lagi, mengguynakan media karung atau polybag bisa menjadi solusi yang lebih mudah. Dengan memanfaatkan karung atau polybag dapat diisi media tanam seperti tanah, sekam bakar, cocopit dan juga kompos lain. Bibit jahe merah yang di budidayakan menggunakan karung atau polybag juga lebih terjangkau dalam pemantauannya. Sehingga memudahkan dalam pembersihan gulma dan hal-hal yang mengganggu lainnya.

Tiada salah nya mencoba budidaya jahe merah dengan memanfaatkan lahan yang ada, dengan tekad kuat, action yang terarah dan terus maju adalah kunci dalam memulai budidaya jahe merah. Selamat mencoba budidaya jahe merah, terus semangat dan pantang menyerah. Info pemesanan bibit jahe merah rimpang dengan berbagai grade unggulan dan bibit jahe merah polybag. Silahkan dapat berkomunikasi dengan kami melalui :

Admin 1 : 0821-3646-1851

Admin 2 : 082138826646

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *